LAMONGAN – Puncak Gebyar PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan Tahun 2026 menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam membangun sumber daya manusia unggul sejak usia dini. Kegiatan ini dihadiri Bupati Lamongan, Dr. Abdul Kahar, M.Pd. selaku Widyaprada Ahli Pertama Direktorat Jenderal PAUD, serta jajaran pemangku kepentingan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Lamongan.
Dokumentasi Pribadi
Mengawali rangkaian acara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan menyampaikan laporan penyelenggaraan Gebyar PAUD Tahun 2026 yang telah menghadirkan berbagai kegiatan edukatif, kreatif, sekaligus kolaboratif. Menurutnya, keberhasilan pendidikan anak usia dini tidak hanya bertumpu pada satuan pendidikan, tetapi juga membutuhkan peran aktif keluarga dan lingkungan sekitar.
"Guru, ayah, bunda, dan orang-orang yang lebih dewasa harus mampu memfasilitasi anak-anak untuk menumbuhkan kreativitas dan inovasi. Selain itu, kita juga harus memberikan dukungan agar mereka mampu tumbuh menjadi pribadi yang mandiri," ujarnya.
Dokumentasi Pribadi
Senada dengan hal tersebut, Bupati Lamongan menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan fisik, melainkan juga dari kualitas sumber daya manusianya. Menurutnya, pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam mewujudkan generasi yang unggul dan berkarakter.
"Acara ini menegaskan bahwa ketangguhan daerah tidak hanya ditentukan oleh sumber daya alamnya, tidak hanya ditopang oleh infrastrukturnya, tetapi terutama oleh kualitas sumber daya manusianya. Dan itu dimulai dari pendidikan anak usia dini," tutur Bupati Lamongan.
Dokumentasi Pribadi
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Abdul Kahar, M.Pd., Widyaprada Ahli Pertama Direktorat Jenderal PAUD, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam memperkuat layanan pendidikan anak usia dini. Ia menegaskan bahwa investasi terbaik bagi masa depan bangsa dimulai dari investasi pada pendidikan anak.
"Saya ingin menyambung laporan Bapak Kepala Dinas dan arahan Bapak Bupati, bahwa saat kita berinvestasi pada pendidikan anak usia dini, sesungguhnya kita sedang menanam investasi yang luar biasa bagi masa depan anak-anak kita," ungkapnya.
Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, Bupati Lamongan secara resmi meluncurkan Kurikulum LENTERA (Learning Environment berbasis Tradisi dan Akar Budaya Lamongan). Kurikulum berbasis pembelajaran mendalam ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual dengan mengangkat tradisi dan akar budaya lokal, sehingga peserta didik tidak hanya berkembang dari sisi akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat serta kecintaan terhadap lingkungan dan budayanya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, pendidik, orang tua, dan masyarakat, Gebyar PAUD Tahun 2026 menjadi pengingat bahwa investasi pada pendidikan anak usia dini merupakan langkah strategis untuk mewujudkan generasi Lamongan yang unggul, berdaya saing, dan berakhlak.
