GERAKAN PADURAKSA: MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI KABUPATEN LAMONGAN

Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Pendidikan Lamongan telah meluncurkan Gerakan Pendidikan Terpadu, yang dikenal sebagai Gerakan Paduraksa. Gerakan ini mencakup sekolah ramah anak, akreditasi perpustakaan sekolah, sekolah sehat, dan adiwiyata. Upaya ini dijalankan serentak dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menjelaskan bahwa Gerakan Paduraksa bertujuan sebagai landasan untuk membentuk karakter siswa sebagai generasi emas. Dengan kegiatan ini, tujuannya adalah menciptakan pendidikan yang tidak hanya menghasilkan siswa cerdas dan berprestasi, tetapi juga siswa yang peduli terhadap lingkungan sekitar.

“Alhamdulillah, Gerakan Paduraksa telah diluncurkan. Semoga kolaborasi ini dalam membentuk generasi emas yang berkarater terus ditingkatkan. Ini merupakan langkah awal dalam membangun generasi emas hingga tahun 2045,” ungkap Bupati Yuhronur Efendi setelah peluncuran di SMPN 1 Mantup Lamongan minggu lalu.

Gerakan Paduraksa ini diinisiasi sebagai komitmen bersama untuk membimbing dan membentuk generasi penerus yang unggul tidak hanya dari segi akademik, tetapi juga dalam karakter dan kepedulian terhadap lingkungan. Oleh karena itu, kegiatan ini melibatkan konsep sekolah ramah anak (perlindungan anak), akreditasi sekolah (mutu pendidikan), sekolah sehat (kesehatan fisik dan mental), serta adiwiyata sekolah (keberlanjutan sekolah).

“Inovasi ini mencakup elemen-elemen penting dalam pembentukan karakter anak. Jika semuanya berjalan baik, kita akan menjadi bagian dari mempersiapkan pendidikan Lamongan yang lebih baik di masa depan,” jelas Bupati Yuhronur Efendi.

Bupati juga menegaskan bahwa pembentukan karakter siswa generasi emas melibatkan tidak hanya proses pendidikan di kelas, tetapi juga lingkungan sekolah yang mendukung. “Peran guru sangat penting dalam pembentukan generasi emas yang akan datang. Guru tidak hanya menggerakkan siswa, tetapi memberikan teladan, energi, serta menciptakan suasana yang menyenangkan untuk mendukung perkembangan mereka. Pastikan keempat elemen ini memberikan dampak optimal bagi siswa,” tambahnya.

Selama peluncuran Gerakan Paduraksa, sejumlah fasilitas pendukung sekolah juga menjadi perhatian, seperti kantin sekolah yang bebas dari 5P, UKS, perpustakaan, dan penandatanganan komitmen bersama (deklarasi) sekolah ramah anak.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Munif Syarif, menjelaskan bahwa peluncuran Gerakan Paduraksa diselenggarakan selama tiga hari sesuai dengan jenjang pendidikan. Peserta kegiatan Paduraksa melibatkan seluruh lembaga di lingkungan Dinas Pendidikan, termasuk 2.520 lembaga PAUD, 635 lembaga SD, dan 156 lembaga SMP. Harapannya, gerakan ini akan menyatukan upaya untuk menciptakan pendidikan berkualitas yang meliputi konsep sekolah ramah anak, akreditasi perpustakaan sekolah, sekolah sehat, dan adiwiyata.

“Harapan kami besar bahwa gerakan ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara komprehensif, inklusif, holistik, dan berkelanjutan di Kabupaten Lamongan,” tutur Munif Syarif.

Selama tahun 2023, Dinas Pendidikan Lamongan telah meraih sejumlah prestasi melalui berbagai programnya. Di antaranya adalah penghargaan Bunda PAUD Kabupaten Lamongan sebagai Widya Dharma Utama tingkat nasional dari Ibu Presiden RI Iriana Jokowi, penghargaan Inovasi Literasi Terbaik Jawa Timur dalam Hari Aksara Internasional dari Gubernur Jatim, serta pengakuan sebagai kabupaten dengan komitmen tinggi dalam berbagai aspek pembelajaran dan program PAUD di Jawa Timur.