“BU EWIS” MELAWAN PERUNDUNGAN DI SEKOLAH: SOLUSI INOVATIF DARI LAMONGAN

Dalam upaya memerangi perundungan di lingkungan pendidikan, Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan telah meluncurkan sebuah sistem inovatif yang disebut “Bu EWIS” atau singkatan dari Bullying Early Warning Information System. Sistem ini dibangun berbasis digital dengan tujuan utama mendeteksi dini tindak perundungan di sekolah-sekolah.

Kabid SMP Chusnu Yuli Setyo menjadi pencetus inovasi ini yang berhasil masuk dalam 15 besar seleksi SMART ASN yang diselenggarakan oleh BKPSDM Kabupaten Lamongan pada tanggal 9 November lalu.

Menurut Chusnu Yuli Setyo, “Sistem informasi ini tercipta sebagai respons terhadap banyaknya kasus perundungan dan kekerasan di lembaga pendidikan yang seringkali sulit dideteksi atau diantisipasi oleh pihak Dinas Pendidikan. Kita tidak bisa mencegah jika sekolah-sekolah enggan melaporkan potensi perundungan yang mungkin terjadi di lingkungan mereka. Untuk itulah, Bu EWIS hadir sebagai Sistem Informasi Peringatan Dini Tindak Perundungan.”

Salah satu keunggulan utama dari Bu EWIS adalah kelengkapan indikatornya yang telah disesuaikan dengan berbagai regulasi termasuk Permendikbudristek No. 46 tahun 2023, Survei Lingkungan Belajar ANBK, serta kuesioner Akreditasi Sekolah. Sistem ini juga melibatkan beragam responden seperti kepala sekolah, guru, orang tua, dan siswa, yang menjadikannya sebagai langkah maju yang belum pernah dimiliki oleh lembaga pendidikan di Indonesia sebelumnya.

Bu EWIS telah diujicobakan di 48 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten Lamongan untuk mendata dan memetakan potensi perundungan. Hasilnya menunjukkan bahwa seluruh sekolah masih berada dalam kategori hijau, menandakan siswa masih merasa aman dan nyaman dalam proses pembelajaran. Namun, ditemukan bahwa jenis perundungan yang paling sering dialami siswa adalah cyber bullying.

Ir. Munif Syarif, MM., selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, memberikan dukungan penuh terhadap inovasi Bu EWIS. “Dengan Bu EWIS, sekolah dapat mengetahui lebih dalam tentang persepsi terhadap perundungan, tata kelola pencegahan, sarana-prasarana yang diperlukan, perlindungan bagi korban, saksi, dan pelapor, serta langkah-langkah penanganan kasus perundungan,” ungkapnya.

Munif Syarif menambahkan, “Inovasi Bu EWIS ini bukan hanya untuk Lamongan, namun untuk seluruh Indonesia. Tujuannya agar dunia pendidikan dapat segera terbebas dari segala bentuk perundungan dan kekerasan di lingkungan sekolah.”

Dengan langkah progresif ini, sistem Bu EWIS membawa harapan baru dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan bagi seluruh pelajar di Indonesia.